Tiga Titik Karhutla Bengkalis Diburu, Buluh Apo Belum Padam Total
BENGKALIS,(Riausindo.com) – Upaya menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis, Riau, belum sepenuhnya berakhir. Dari tiga lokasi yang ditangani tim gabungan pada Selasa (11/8/2026), kawasan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, masih menyisakan titik api dan asap setelah kebakaran berlangsung selama tiga hari.
Polres Bengkalis bersama jajaran Polsek, TNI, Manggala Agni, BPBD, MPA, masyarakat, dan unsur pemadam perusahaan turun langsung melakukan pemadaman serta pendinginan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bara kembali menyala dan api meluas ke kawasan lainnya.
Di Dusun Tambusu, Desa Buluh Apo, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 12 hektare. Petugas baru berhasil menangani sekitar 3,5 hektare, sementara pada sisa area masih ditemukan titik api dan asap yang berasal dari kayu terbakar.
Karena kondisi tersebut, penanganan di Buluh Apo belum dinyatakan selesai. Tim akan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan pada hari berikutnya dengan fokus menyisir titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
Titik kedua berada di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare. Petugas bekerja sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB dan berhasil memadamkan api. Saat pemantauan terakhir, hanya terlihat asap sehingga proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Sementara itu, Karhutla di Jalan Cikgu Wahidin, Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, tergolong lebih kecil dengan luas sekitar 0,3 hektare. Polsek Rupat bersama MPA, masyarakat, dan regu pemadam PT Priatama langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Petugas kemudian melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan. Hasil pengecekan terakhir menunjukkan lokasi tersebut nihil terpantau pada aplikasi DLK.
Perjuangan petugas di lapangan dihadapkan pada kondisi cuaca panas, lahan kering, serta hembusan angin yang berubah-ubah. Jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran juga memperlambat proses distribusi air sehingga petugas harus menggunakan selang dengan bentangan cukup panjang.
Untuk mempercepat penanganan, sejumlah peralatan dikerahkan, termasuk mini striker, mesin dossmer, selang, nozzle, serta dukungan water bombing BNPB di lokasi tertentu.
Polres Bengkalis memastikan penyisiran dan pendinginan tetap dilakukan secara bertahap. Fokus utama diarahkan pada lokasi yang masih memiliki potensi bara dan titik api, terutama di Buluh Apo.
Sementara penyebab kebakaran di tiga lokasi masih diselidiki. Petugas telah melakukan pemeriksaan TKP, mendata saksi, melakukan dokumentasi, serta memantau perkembangan kondisi lahan.
Polres Bengkalis mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi Karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan lahan berada dalam keadaan kering.
( Ocu Ad )