Polda Riau Tembus Pulau Rangsang Bawa Bantuan dan Tanam 2.200 Mangrove

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 22:19:38 WIB

KEPULAUAN MERANTI,(Riausindo.com) – Laut bukan penghalang bagi Polda Riau untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdepan. Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, jajaran Polda Riau menyeberangi perairan menuju Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (8/8/2026), membawa bantuan, pelayanan dan misi menjaga lingkungan.

Ekspedisi yang dipimpin Kabid TIK Polda Riau Kombes Andi Yul itu menyasar Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir. Polres Kepulauan Meranti menjadi tuan rumah dan melibatkan berbagai komunitas dalam perjalanan menuju wilayah 3T tersebut.

Sebanyak 89 sepeda motor harus diseberangkan menggunakan kapal kempang dan RIB Polairud. Setelah tiba, tim kemudian bergerak menyusuri desa-desa untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Ratusan warga menerima manfaat dari kegiatan tersebut. Polda Riau membagikan 300 bendera Merah Putih, 110 paket bantuan sosial dan 83 paket sarana kontak. Sebanyak 20 mesin ketinting juga diserahkan untuk membantu aktivitas nelayan.

Polri juga memperkuat pelayanan keamanan di wilayah tersebut dengan menyerahkan satu sepeda motor dinas untuk menunjang mobilitas Bhabinkamtibmas.

Namun misi ekspedisi tak hanya menyentuh sektor sosial. Ancaman abrasi di Pulau Rangsang menjadi perhatian serius. Sebanyak 2.200 pohon mangrove ditanam untuk membantu memperkuat kawasan pesisir sekaligus menjaga ekosistem lingkungan.

"Di Rangsang kita melihat persoalannya saling berkaitan, mulai dari ekonomi nelayan, abrasi, lingkungan hingga akses pelayanan. Karena itu, kehadiran Polri harus mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata," kata Andi Yul.

Masyarakat Peduli Api (MPA) juga mendapat dukungan berupa perlengkapan berupa kaos dan topi rimba. Polres Kepulauan Meranti menyerahkan 30 kaos lengan panjang dan topi rimba, sedangkan Polda Riau memberikan 81 kaos.

Untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan, Bid Dokkes Polda Riau bersama Puskesmas Kedaburapat membuka layanan kesehatan. Sebanyak 45 warga mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika tim mendirikan dapur umum untuk 250 orang. Makan bersama kemudian digelar bersama Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti dan masyarakat Desa Tanah Merah.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita mengatakan kehadiran Polri di wilayah kepulauan tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum.

"Di pulau-pulau terluar, masyarakat adalah mitra terdekat kami. Mereka menjaga kampung, menjaga laut dan menjaga lingkungan. Hubungan inilah yang harus terus kita rawat," ujarnya.

Dalam dialog, warga menyampaikan keresahan terhadap abrasi yang terus mengikis pesisir Pulau Rangsang. Nelayan juga mengeluhkan persoalan ruang tangkap di sekitar Beting Lima, perairan Selat Malaka.

Aspirasi tersebut ditampung oleh tim untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi yang memiliki kewenangan terhadap wilayah perairan dan aktivitas nelayan.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin menyebut kolaborasi menjadi kunci dalam menangani persoalan masyarakat kepulauan.

"Kehadiran seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya datang, tetapi melihat langsung kondisi di lapangan, berdialog dan membawa manfaat," ujarnya.

Ekspedisi Merah Putih Presisi digelar Polda Riau dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. Program ini menyasar wilayah 3T dengan membawa misi kebangsaan, kemanusiaan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.

Di Pulau Rangsang, semangat Merah Putih akhirnya tak berhenti pada upacara dan pengibaran bendera. Ia hadir dalam bentuk bantuan untuk nelayan, pelayanan kesehatan, dukungan bagi warga, penanaman ribuan mangrove dan dialog langsung dengan masyarakat—menegaskan pesan bahwa sejauh apa pun wilayahnya, negara tetap hadir.

( Ocu Ad )