Buru Hotspot Karhutla, Wakapolda Riau Terbang Pantau Bengkalis hingga Rohil

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 20:53:07 WIB

ROKAN HILIR,(Riausindo.com) – Polda Riau tak mau kecolongan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi turun langsung memimpin patroli udara bersama TNI dan BPBD untuk menyisir sejumlah kawasan yang dinilai rawan munculnya titik api.

Patroli tersebut menyasar wilayah Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, hingga Kecamatan Sinaboi dan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Dari udara, petugas melakukan pemetaan untuk mengetahui kondisi lapangan sekaligus mendeteksi potensi hotspot sedini mungkin.

Patroli udara ini melibatkan Irdam XIX/Tuanku Tambusai, Kalaksa BPBD Riau M Edy Aprizal, Irwasda Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Karoops Polda Riau Kombes Pol Edison LB Sitanggang dan personel Bidhumas Polda Riau.

Di wilayah Pasir Limau Kapas, petugas juga memantau lokasi yang sempat dilanda kebakaran. Area terdampak diperkirakan mencapai 5-6 hektare.

Wakapolda Riau mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama. Unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api hingga warga lokal dikerahkan untuk memastikan api tidak kembali membesar.

“Di mana saat ini kami berkolaborasi bersama-sama, baik itu TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), termasuk masyarakat lokal sedang melakukan pemadaman api,” ujar Hengki.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Api di lokasi telah berhasil dipadamkan. Namun, personel gabungan masih disiagakan untuk melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali bara api.

“Hasil deteksi kami saat ini hotspot yang menjadi perhatian bahwa area yang terdampak adalah 5-6 hektare sekarang sudah berhasil dipadamkan dan saat ini dilakukan pendinginan,” katanya.

Kapolres Rohil AKBP Aldi Alfa Faroqi turut mendampingi pemantauan di wilayah tersebut. Pengawasan kemudian dilanjutkan dengan patroli darat sebagai langkah memastikan kondisi lapangan sesuai dengan hasil pemantauan udara.

Polda Riau memastikan pemantauan akan terus dilakukan di wilayah-wilayah rawan. Strategi patroli udara dan darat ini menjadi bagian dari deteksi dini untuk menekan potensi meluasnya karhutla sekaligus mempercepat respons apabila kembali ditemukan titik api.

Dengan pola penanganan yang mengandalkan deteksi dini dan kolaborasi lintas instansi, aparat berharap setiap potensi karhutla dapat dipadamkan sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar.

( Ocu Ad )