Kalapas Pekanbaru Dicopot Imbas Napi Narkoba Kabur, Tiga Sipir Terancam Sanksi

Jumat, 07 Agustus 2026 - 19:12:43 WIB

PEKANBARU,(Riausindo.com) – Dampak kaburnya narapidana kasus narkotika berinisial ISD dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru berbuntut panjang. 

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, resmi dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke Sulawesi Barat sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan internal atas insiden yang menjadi sorotan tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Rudy Fernando Sianturi, membenarkan pergantian pimpinan Lapas Pekanbaru. 

Ia mengatakan, posisi Yuniarto kini digantikan oleh Eko Ari Wibowo yang sebelumnya juga bertugas di Sulawesi Barat. 

Keputusan mutasi tersebut merupakan kewenangan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan setelah menerima hasil pemeriksaan dari Kanwil Ditjenpas Riau.

"Benar, beliau sekarang bertugas di Sulawesi Barat. Jabatan Kalapas Pekanbaru kini diisi Eko Ari Wibowo. Hasil pemeriksaan sudah kami sampaikan ke pusat, dan keputusan mutasi merupakan kewenangan Ditjenpas," ujar Rudy, Jumat (7/8/2026).

Tak hanya Kalapas, rotasi jabatan juga menyasar Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP). 

Febri Sadam resmi digantikan oleh Vezanol Kosuma sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pasca kaburnya ISD.

Sementara itu, tiga petugas pemasyarakatan yang bertugas mengawal narapidana saat ISD melarikan diri masih menunggu keputusan akhir terkait sanksi disiplin. 

Kanwil Ditjenpas Riau telah mengusulkan agar ketiganya dijatuhi sanksi berat karena dinilai lalai dalam menjalankan tugas pengamanan.

Rudy menegaskan, seorang pimpinan tetap memikul tanggung jawab atas kinerja dan pengawasan terhadap bawahannya. 

Karena itu, pergantian Kalapas dan KPLP menjadi bentuk pertanggungjawaban institusi atas insiden yang terjadi di dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

Hingga Jumat (7/8/2026), narapidana ISD yang kabur masih dalam pengejaran aparat penegak hukum. 

Pihak Ditjenpas bersama kepolisian terus melakukan pencarian sembari mengevaluasi sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

( Ocu Ad )