Tol Permai-Lingkar Pekanbaru Disambung, Ditlantas Polda Riau Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:07:14 WIB

PEKANBARU,(Riausindo.com) – Penyambungan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru memasuki tahap persiapan. Untuk memastikan proyek strategis nasional itu berjalan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara menyeluruh dengan mengedepankan aspek keselamatan pengguna jalan.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan survei lapangan yang digelar Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Subdit Kamsel) Ditlantas Polda Riau bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Riau, serta Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Selasa (28/7/2026), di Kantor HKI, Jalan Siak II KM 14, Rumbai, Pekanbaru.

Rapat dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M., dan dihadiri Kepala BPJN Riau Yohanes Tulak Todingrara, Penata Penegak Hukum dan Diseminasi BPTD Kelas II Riau Demi Septi, S.Sos., serta Manager Pembangunan Jalan Tol HKI Rahmat. Pertemuan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi penyambungan ruas Interchange (IC) Rimbo Panjang–IC Bypass Pekanbaru guna memastikan kesiapan rekayasa lalu lintas di lapangan.

Dalam survei tersebut, tim mengecek titik pengalihan arus kendaraan, penempatan rambu-rambu sementara, penerangan di area pekerjaan, hingga sistem pengamanan yang akan diterapkan selama proses konstruksi berlangsung. Seluruh langkah itu disiapkan untuk meminimalkan potensi kemacetan sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di sekitar kawasan proyek.

AKBP Dasril menegaskan, setiap perubahan arus lalu lintas harus dirancang secara matang melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan jajaran Polsek di wilayah terdampak. Menurutnya, manajemen lalu lintas yang baik menjadi faktor utama agar proyek dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat.

Ia juga berharap pekerjaan penyambungan jalan tol tersebut dapat rampung sebelum memasuki arus libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Pasalnya, volume kendaraan diperkirakan meningkat signifikan pada periode tersebut sehingga konektivitas jalan tol yang lebih baik akan sangat membantu kelancaran arus lalu lintas.

Selain memastikan pemasangan rambu sesuai standar dan penerangan yang memadai, Ditlantas Polda Riau juga akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar pengguna jalan mengetahui adanya pekerjaan konstruksi serta dapat mengatur perjalanan dengan lebih aman.

"Manajemen lalu lintas yang baik merupakan kunci utama agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. Kami akan terus berkoordinasi dengan BPJN, BPTD, pihak HKI, dan jajaran kewilayahan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan memiliki skema rekayasa lalu lintas yang jelas, didukung rambu-rambu, penerangan, serta personel di lapangan yang siap memberikan pelayanan terbaik," ujar AKBP Dasril.

Ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu sementara, mengikuti arahan petugas, dan mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan proyek demi menghindari risiko kecelakaan.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menegaskan pembangunan infrastruktur strategis harus berjalan seiring dengan pengelolaan lalu lintas yang profesional. Menurutnya, percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

"Ditlantas Polda Riau mendukung penuh percepatan pembangunan jalan tol karena akan meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, seluruh pekerjaan harus dibarengi manajemen lalu lintas yang terencana, pemasangan rambu dan penerangan sesuai standar, serta penyampaian informasi kepada masyarakat secara optimal. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar," tegasnya.

Kombes Jeki juga menginstruksikan seluruh jajaran Ditlantas Polda Riau memperkuat koordinasi dengan BPJN, BPTD, kontraktor pelaksana, dan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi potensi kepadatan maupun kecelakaan selama pekerjaan berlangsung.

Di sisi lain, Kepala BPJN Riau Yohanes Tulak Todingrara menilai keberhasilan proyek penyambungan Jalan Tol Permai dengan Tol Lingkar Pekanbaru sangat bergantung pada sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat. 

Karena itu, sosialisasi mengenai rekayasa lalu lintas akan terus dilakukan agar masyarakat memahami perubahan arus kendaraan selama masa konstruksi.

Penyambungan kedua ruas tol tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan jalan tol di Provinsi Riau, mempercepat mobilitas orang dan barang, meningkatkan keselamatan perjalanan, sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. 

Dengan rekayasa lalu lintas yang matang dan kolaborasi seluruh pihak, proyek strategis ini ditargetkan selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dapat dirasakan masyarakat.

( Ocu Ad  )