OPINI: KEBERSIHAN KOTA, SUMBER KEHIDUPAN YANG ABADI
Keterangan foto: Pengurus Fowler Kabupaten Pelalawan
PELALAWAN, RIAU - Kebersihan bukan sekadar soal pemandangan yang enak dipandang, melainkan hak dasar dan sumber utama kehidupan bagi seluruh warga kota. Kota yang bersih bukan hanya kota yang indah, melainkan kota yang sehat, aman, dan layak dihuni.
Kebersihan erat kaitannya dengan nyawa dan kesehatan. Lingkungan yang kotor, sampah berserakan, saluran air tersumbat, dan sungai yang keruh adalah sarang penyakit. Demam berdarah, diare, gatal-gatal, hingga penyakit pernapasan mudah menyebar dan menelan korban.
Sebaliknya, udara bersih, air layak pakai, dan lingkungan tertib menjamin tubuh tetap sehat, pikiran jernih, dan semangat bekerja meningkat. Itulah kenapa dikatakan kebersihan adalah pangkal kesehatan dan sumber kehidupan.
Lebih dari itu, kebersihan mencerminkan budi pekerti dan martabat warganya. Kota yang tertib dan bersih menunjukkan masyarakatnya yang beradab, saling menghargai, dan peduli pada masa depan.
Kebersihan bukan beban semata-mata petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab setiap orang. Satu orang membuang sampah sembarangan bisa merusak lingkungan; satu orang menjaga kebersihan bisa menginspirasi banyak orang lain.
Kota yang bersih juga mendatangkan kesejahteraan. Lingkungan yang asri membuat warga nyaman, pelaku usaha tertarik berinvestasi, dan kota menjadi tempat yang membanggakan untuk ditinggali.
Mari kita sadari: menjaga kebersihan sama dengan menjaga nyawa sendiri dan nyawa generasi mendatang. Jangan menunggu orang lain mulai, tapi mulailah dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dilakukan secara terus-menerus. Karena kebersihan bukan sekadar slogan, melainkan sumber kehidupan yang nyata dan berharga.***