Hujan Deras Guyur Pangkalan Kerinci, Sejumlah Ruas Jalintim dan Permukiman Warga Tergenang
PELALAWAN – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, sejak Rabu (24/6/2026) dini hari menyebabkan sejumlah ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) serta beberapa rumah warga tergenang banjir.
Sebelumnya, wilayah tersebut beberapa hari terakhir mengalami cuaca panas yang cukup terik. Namun perubahan cuaca terjadi pada dini hari ketika hujan turun cukup lama dan baru mulai mereda sekitar pukul 13.45 WIB.
Akibat curah hujan yang tinggi, air menggenangi sejumlah titik di kawasan Pangkalan Kerinci dengan ketinggian mencapai sekitar 20 sentimeter. Beberapa ruas jalan utama dan lingkungan permukiman warga tampak terdampak genangan.
Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas masyarakat masih berjalan normal. Kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintasi ruas jalan yang tergenang sehingga arus lalu lintas dan mobilitas warga tidak mengalami hambatan yang signifikan.
Menyikapi kondisi tersebut, Forum Wartawan Lingkungan (FOWLER) Riau mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai upaya bersama dalam mengurangi risiko terjadinya genangan air dan banjir, khususnya di kawasan permukiman.
FOWLER menilai bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan gotong royong secara rutin dinilai penting untuk memastikan saluran air, parit, dan drainase tetap bersih serta berfungsi optimal saat musim hujan.
Perwakilan FOWLER Pelalawan, Edi Mono, mengimbau masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan kawasan yang sehat, nyaman, dan bebas dari sampah yang dapat menghambat aliran air.
Selain persoalan genangan, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai dampak kesehatan pascahujan dan banjir. Genangan air yang tersisa di selokan, parit, maupun tempat penampungan air berpotensi menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Karena itu, warga diimbau segera membersihkan lingkungan sekitar, menguras tempat-tempat yang dapat menampung air, serta memastikan saluran drainase tetap lancar guna mencegah munculnya berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di beberapa titik di wilayah Pangkalan Kerinci. Namun secara umum kondisi tetap aman dan terkendali, sementara aktivitas masyarakat masih berlangsung seperti biasa.
(Edi Mono)
(Forum Wartawan Lingkungan (FOWLER)