Cek Pertumbuhan Jagung, Kapolsek Apresiasi Kemandirian Kelompok Tani Rukun Sentosa
KAMPAR, (Riausindo.com) – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperlihatkan jajaran Polsek Kampar Kiri Hilir (KKH) melalui pendampingan langsung kepada kelompok tani di wilayahnya, Selasa (23/6/2026).
Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo, S.H., memimpin kegiatan pengecekan pertumbuhan tanaman jagung pipil sistem tumpang sari di Desa Sungai Simpang Dua, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama Ketua Kelompok Tani Rukun Sentosa, Suparman, beserta anggota kelompok tani sebagai bagian dari upaya memastikan keberhasilan program pertanian yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
Pengecekan difokuskan pada lahan milik Parman, salah seorang anggota kelompok tani, yang menanam jagung pipil varietas Ramoro di atas lahan seluas 0,5 hektare dengan pola tanam berjarak 30 sentimeter x 60 sentimeter.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tanaman jagung yang telah berusia 20 hari sejak ditanam pada 3 Juni 2026 terlihat tumbuh merata, sehat, dan berada dalam kondisi yang sangat baik.
Tidak ditemukan gangguan hama maupun penyakit yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman.
Dengan perkembangan yang positif tersebut, tanaman diperkirakan dapat dipanen pada 3 September 2026 mendatang.
Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo mengatakan kehadiran pihak kepolisian di tengah para petani merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, sistem tumpang sari yang diterapkan Kelompok Tani Rukun Sentosa menjadi salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan produktivitas lahan tanpa harus menambah luas area pertanian.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada masyarakat yang terus berupaya mengoptimalkan lahan pertanian. Sistem tumpang sari yang diterapkan kelompok tani ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan dan sejalan dengan program ketahanan pangan nasional,” ujar AKP Era Maifo saat melakukan peninjauan di lokasi.
Ia juga mengapresiasi semangat kemandirian para petani yang mengembangkan usaha pertanian melalui dana swadaya kelompok. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola potensi yang dimiliki.
“Kami sangat mengapresiasi Kelompok Tani Rukun Sentosa yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung ketahanan pangan. Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga siap mendukung setiap kegiatan masyarakat yang berdampak positif bagi kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kanit Reskrim Polsek Kampar Kiri Hilir IPDA Eka Putra, S.E., M.H., Kanit Binmas Aipda S. Efendi, P.S. Kanit Samapta Aiptu Darmanto, P.S. Kanit Provost Bripka Jansen, Kepala Dusun Mekar Sari Ahmad Nurudin, serta anggota Kelompok Tani Rukun Sentosa.
Tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi lahan, tingkat pertumbuhan tanaman, ketersediaan air, serta pemupukan yang diberikan kepada tanaman jagung. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh tahapan perawatan berjalan baik dan sesuai dengan standar budidaya pertanian yang dianjurkan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Rukun Sentosa, Suparman, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Polsek Kampar Kiri Hilir. Ia mengaku dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan pihak kepolisian. Kondisi tanaman saat ini sangat baik dan kami optimistis dapat memperoleh hasil panen yang maksimal. Sistem tumpang sari yang kami terapkan juga terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan,” ungkap Suparman.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Polsek Kampar Kiri Hilir memastikan akan terus melakukan pendampingan hingga masa panen tiba.
Selain itu, keberhasilan Kelompok Tani Rukun Sentosa juga akan dijadikan contoh bagi kelompok tani lain di wilayah hukum Polsek Kampar Kiri Hilir agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional.
( Nurhayati )