Sadar Hukum Sejak Dini: FH UMRI Sulap Edukasi UU ITE Jadi Games Seru di SMAN 12 Pekanbaru

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:17:00 WIB

PEKANBARU – Ada pemandangan berbeda dan penuh energi di SMAN 12 Pekanbaru, Panam, baru-baru ini. Bukan sedang menggelar aksi unjuk rasa, sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) justru hadir membawa misi penting: menanamkan jiwa bela negara ke generasi muda lewat cara yang unik dan interaktif.

Di bawah bimbingan dosen pengampu, Dr. Sri Hartati, M.Pd, kelompok mahasiswa yang terdiri dari Maha Putra Simangungsong, Marleni, Putria Noffendi, Fadilah Destri Syafna, Izzahtul Fitri, dan Hizkia Lase ini menggelar sosialisasi bertajuk “Bijak Bermedia Sosial Agar Tidak Terjerat Hukum”.

Menjaga Jempol: Wujud Bela Negara Masa Kini

Jika mendengar kata "bela negara", masyarakat sering kali membayangkan latihan fisik militer atau angkat senjata. Namun, lewat aksi nyata ini, para mahasiswa FH UMRI meluruskan persepsi tersebut.

Di era modern, menjaga jempol, menyaring informasi sebelum dibagikan, serta menjaga etika di dunia digital adalah bentuk nyata dari cinta tanah air.

"Media sosial itu bukan ruang hampa hukum. Apa yang kita ketik dan bagikan memiliki konsekuensi nyata. Menjadi warga negara yang taat hukum di ruang digital adalah wujud nyata bela negara masa kini," ujar salah satu perwakilan mahasiswa di hadapan para siswa.

Dalam sesi tersebut, para siswa diajak membedah batasan hukum dalam bermedia sosial, mulai dari bahaya penyebaran berita bohong (hoax), ujaran kebencian, hingga pencemaran nama baik yang berpotensi melanggar UU ITE.

Seru dan Interaktif, Edukasi Hukum Lewat Games

Jauh dari kesan kaku dan membosankan, penyampaian materi hukum dikemas dengan sangat segar. Antusiasme siswa SMAN 12 Pekanbaru langsung memuncak saat memasuki sesi tanya jawab yang kritis. Banyak siswa penasaran tentang cara membedakan kritik sehat dengan pencemaran nama baik, serta tips aman berselancar di dunia maya.

Untuk membakar semangat, tim FH UMRI juga menyelipkan berbagai games edukatif bertema hukum digital. Metode belajar sambil bermain ini sukses membuat pesan moral dan edukasi hukum yang berat menjadi lebih ringan dan mudah dicerna oleh para siswa.

Mencetak Generasi Cerdas Hukum di Era Digital

Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial belaka. Output besar yang ingin dicapai adalah lahirnya generasi muda di Pekanbaru, khususnya wilayah Panam, yang tidak hanya cakap digital tetapi juga melek hukum demi menjaga persatuan bangsa.

Aksi kreatif Kelompok Mahasiswa FH UMRI ini menjadi bukti konkret bahwa nilai-nilai kebangsaan dan kesadaran hukum bisa disampaikan dengan cara yang segar, relevan, dan menyenangkan bagi Generasi Z.

(red).