Mahasiswa FH UMRI Gelar Sosialisasi Interaktif di SMPN 6 Pekanbaru

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:59:13 WIB

PEKANBARU – Ada pemandangan berbeda di SMP Negeri 6 Pekanbaru, Rumbai baru-baru ini. Sekelompok mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) tampak berkumpul dan berinteraksi intens dengan para siswa. Bukan sedang melakukan aksi unjuk rasa, kehadiran para mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 2 ini ternyata mengusung misi penting: menanamkan jiwa bela negara lewat cara yang unik.

Di bawah bimbingan dosen pengampu Nurul Ramadhani, S.Pd M.Pd, delapan mahasiswa yang terdiri dari Muhammad Rizky As Sidqy, Eka Yuyanda, Tengku Muhammad Farhan, Muhammad Albet, Trevano Radiansyah, Sifa Salwa Islami, Fiona Fadhillah FT, dan Najwa Nailatul Izzah, menggelar sosialisasi bertajuk “Berbahasa Baik = Bela Negara”.

Bahasa Indonesia: Bukan Sekadar Alat Komunikasi

Bela negara sering kali diidentikkan dengan angkat senjata atau latihan fisik yang berat. Namun, lewat sosialisasi ini, mahasiswa FH UMRI meluruskan persepsi tersebut. Mereka menekankan bahwa menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan santun dalam kehidupan sehari-hari adalah bentuk nyata dari cinta tanah air.

"Bahasa Indonesia itu bukan cuma alat komunikasi, tapi identitas bangsa yang wajib kita jaga dan lestarikan," ujar perwakilan mahasiswa di hadapan para siswa.

Para siswa diajak untuk membedah etika berbahasa di berbagai ranah, mulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga yang paling krusial saat ini: media sosial.

Antusias, Seru, dan Bertabur Games Edukatif

Suasana sosialisasi jauh dari kata membosankan. Penyampaian materi dikemas secara interaktif, memicu antusiasme tinggi dari para siswa SMPN 6 Pekanbaru.

Hal ini terlihat dari hidupnya sesi tanya jawab. Banyak siswa yang penasaran dan melemparkan pertanyaan kritis mengenai bagaimana hubungan erat antara cara mereka berbicara sehari-hari dengan nilai-nilai nasionalisme.

Tak hanya itu, untuk mencairkan suasana dan membakar semangat, Kelompok 2 FH UMRI juga menggelar berbagai games edukatif yang berkaitan dengan materi. Lewat metode belajar sambil bermain ini, pesan moral yang ingin disampaikan pun meluncur mulus dan lebih mudah dipahami oleh para siswa.

Mempersiapkan Generasi Berkarakter

Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial belaka. Output yang ingin dicapai adalah lahirnya generasi muda di Pekanbaru yang tidak hanya cerdas, tetapi juga santun dalam bertutur kata demi menjaga persatuan bangsa.

Aksi nyata Kelompok 2 Mahasiswa Hukum UMRI ini menjadi bukti konkret bahwa edukasi nilai-nilai kebangsaan bisa disampaikan dengan cara yang segar, relevan, dan menyenangkan bagi generasi Z.

(red).