Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Pekanbaru, Tegaskan Tak Ada Pendaftaran dan Titipan Siswa

Ahad, 14 Juni 2026 - 15:14:59 WIB

PEKANBARU, (Riausindo.com) – Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Pekanbaru yang berlokasi di Sentra Abiseka Kementerian Sosial, Jalan Khayangan, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai Pesisir, Minggu (14/6/2026).

Dalam kunjungannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan berkualitas secara gratis dan berasrama.

“Ini adalah persembahan Presiden Prabowo untuk warga Indonesia yang istimewa, yaitu keluarga-keluarga yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau pembangunan. Melalui pendidikan yang baik, anak-anak ini diharapkan menjadi generasi pintar, berkarakter, terampil, dan kelak menjadi pemimpin Indonesia,” ujar Gus Ipul di hadapan calon siswa dan orang tua.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat saat ini masih menggunakan fasilitas sementara milik sejumlah kementerian dan pemerintah daerah. Namun ke depan pemerintah pusat akan membangun gedung permanen yang mampu menampung lebih dari 1.000 siswa mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Menurut Gus Ipul, proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah pada umumnya. Tidak ada sistem pendaftaran maupun seleksi akademik. Seluruh calon siswa dijaring melalui pendataan yang dilakukan pemerintah berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga.

“Tidak ada pendaftaran, tidak ada bayar-membayar, tidak ada titipan. Menteri tidak boleh titip, gubernur tidak boleh titip, bupati dan wali kota juga tidak boleh titip. Yang bisa masuk hanya mereka yang memenuhi kriteria dan dijangkau langsung oleh petugas,” tegasnya.

Calon siswa yang berasal dari keluarga kategori desil satu dan desil dua akan didata oleh pendamping sosial Kemensos bersama pemerintah daerah. Setelah mendapat persetujuan orang tua, nama calon siswa ditetapkan oleh kepala daerah sebelum akhirnya disahkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga memperkenalkan konsep pendidikan berasrama atau boarding school yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Selain mendapatkan pendidikan formal dari para guru, para siswa juga dibimbing oleh wali asrama dan wali asuh selama 24 jam guna memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan.

“Sekolah Rakyat bukan hanya sekolah biasa. Ada pendidikan akademik, pendidikan karakter, pembinaan kedisiplinan, kesehatan, hingga pengembangan bakat. Anak-anak akan mendapatkan makan tiga kali sehari, dua kali makanan ringan, seragam sekolah, serta fasilitas pembelajaran berbasis teknologi,” jelasnya.

Setiap siswa nantinya akan mendapatkan perangkat laptop untuk mendukung proses belajar berbasis Learning Management System (LMS), sementara para guru dibekali teknologi pendukung pembelajaran modern.

Gus Ipul mengungkapkan, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi sejak tahun lalu dengan jumlah siswa lebih dari 15 ribu orang. Pada tahun 2026, jumlah peserta didik baru diproyeksikan mencapai lebih dari 32 ribu siswa sehingga total siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 45 ribu orang.

Pemerintah menargetkan jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai lebih dari 400 ribu siswa pada tahun 2029.

Khusus di Provinsi Riau, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat juga mulai direalisasikan. Salah satunya berada di Kabupaten Kuantan Singingi yang saat ini progres pembangunannya telah mencapai sekitar 80 persen dan nantinya mampu menampung lebih dari 1.000 siswa.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di kawasan Pasir Putih untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat berikutnya yang akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Tanahnya disiapkan pemerintah daerah, sedangkan pembangunan gedung dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum sesuai arahan Presiden Prabowo,” terang Gus Ipul.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan hingga pemerintah daerah dapat bekerja dengan penuh empati dan kasih sayang demi keberhasilan program tersebut.

Menurutnya, selama 11 bulan pelaksanaan Sekolah Rakyat, berbagai perubahan positif mulai terlihat pada para siswa, mulai dari meningkatnya rasa percaya diri, kedisiplinan, kesehatan, hingga semangat mereka dalam meraih cita-cita.

“Boleh jadi orang tuanya belum berhasil, tetapi melalui pendidikan yang baik, anak-anaknya insyaallah akan berhasil. Siapa tahu dari Sekolah Rakyat ini lahir presiden, gubernur, bupati, TNI, Polri, ASN, maupun pengusaha sukses di masa depan,” pungkasnya.

( Ocu Ad )