Diduga Abai terhadap Keluhan Pelanggan,PLN Diminta Bertanggung Jawab atas Kerusakan Elektronik Warga

Senin, 08 Juni 2026 - 17:20:03 WIB

PEKANBARU – Kesabaran warga Perumahan Griya Anggrek Mas, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, tampaknya sudah berada di titik puncak.sudah lama menghadapi persoalan tegangan listrik (voltage) yang kerap turun drastis, warga kini mulai mempertanyakan keseriusan pihak PLN dalam memberikan pelayanan yang layak kepada pelanggan.

Keluhan demi keluhan terus bermunculan dari masyarakat. Kondisi listrik yang tidak stabil disebut telah menyebabkan berbagai peralatan elektronik rumah tangga mengalami kerusakan. Mulai dari televisi, kulkas, mesin cuci, dispenser, kipas angin hingga perangkat elektronik lainnya dilaporkan mengalami gangguan bahkan rusak total akibat rendahnya tegangan listrik yang terjadi hampir setiap hari.

Kepada media ini, Minggu (07/06/2026), sejumlah warga mengaku kecewa karena persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama namun belum juga mendapatkan solusi yang memuaskan dari pihak terkait.

"Kami membayar tagihan listrik sama seperti pelanggan lainnya. Bahkan setiap bulan tidak pernah menunggak. Tapi kenapa kualitas listrik yang kami terima seperti ini? Lampu redup, alat elektronik tidak bekerja maksimal, bahkan banyak yang rusak. Siapa yang harus bertanggung jawab?" ujar salah seorang warga dengan nada kesal.

Menurut warga, kondisi ini bukan lagi persoalan baru. Mereka mengaku sudah berulang kali merasakan dampak buruk dari tegangan listrik yang turun secara tidak normal, terutama pada jam-jam tertentu ketika kebutuhan listrik meningkat.

Akibatnya, aktivitas rumah tangga menjadi terganggu. Beberapa warga mengaku terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki bahkan mengganti peralatan elektronik yang rusak akibat gangguan listrik tersebut.

"Kami ini pelanggan, bukan penerima bantuan gratis. Setiap bulan ada kewajiban yang kami penuhi. Tetapi hak kami sebagai konsumen seolah diabaikan. Kalau alat elektronik kami rusak karena kualitas listrik yang buruk, siapa yang mengganti kerugian kami?" ungkap warga lainnya.

Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga bahkan mempertanyakan apakah kondisi tersebut murni karena masalah teknis atau justru terjadi akibat kelalaian dalam pengelolaan jaringan distribusi listrik di wilayah tersebut.

"Yang membuat kami heran, kenapa hanya kawasan kami yang sering mengalami voltage rendah. Di tempat lain normal-normal saja. Ini yang membuat masyarakat bertanya-tanya. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap masalah yang sudah berlangsung lama ini," kata seorang warga.

Warga berharap pihak PLN tidak hanya menerima laporan tanpa tindak lanjut yang jelas. Mereka meminta adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan listrik yang melayani kawasan Perumahan Griya Anggrek Mas serta memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab pasti terjadinya penurunan tegangan listrik tersebut.

Selain itu, warga juga mendesak PLN untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami pelanggan apabila terbukti kerusakan peralatan elektronik disebabkan oleh kualitas pasokan listrik yang tidak sesuai standar.

"Kami hanya ingin pelayanan yang layak sesuai dengan yang kami bayar. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan tanpa ada kepastian penyelesaian," tegas warga.

Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan media ini kepada ULP PLN Simpang Tiga melalui pesan WhatsApp 08526416XXXX terkait keluhan masyarakat tersebut mengatakan Kalau tadi malam ada gangguan dan bapak-bapak petugas tadi malam sudah melakukan perbaikan, kalau masih ada yang belum nyala bantu di infokan, ujarnya pada media ini. 

Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari PLN Kota Pekanbaru. Pasalnya, jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian, bukan hanya kerugian materi yang akan semakin besar, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap kualitas pelayanan perusahaan penyedia listrik negara tersebut.(Eka)