Siaga Karhutla 2026, Kapolres Kampar Tegaskan Personel dan Peralatan Siap Bergerak Kapan Saja
KAMPAR, (Riausindo.com) – Menghadapi potensi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kampar bersama TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni dan seluruh pemangku kepentingan menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kamis (4/6/2026) pagi.
Apel yang dimulai sekitar pukul 07.40 WIB tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah rawan di Kabupaten Kampar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Sebayang bersama jajaran, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., perwakilan Basarnas Provinsi Riau, unsur TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Kampar, BPBD, Manggala Agni, para kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, serta peserta apel lainnya.
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi bencana, puluhan kendaraan operasional dan perlengkapan penanggulangan Karhutla ditampilkan dalam apel tersebut. Mulai dari mobil pemadam kebakaran, kendaraan operasional TNI dan Polri, Water Cannon, mobil rescue, kendaraan Basarnas, BPBD, Manggala Agni, hingga berbagai peralatan pendukung seperti mesin pompa pemadam, selang, perlengkapan keselamatan antiapi dan sarana evakuasi lainnya.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Sebayang menegaskan bahwa Polres Kampar siap memberikan dukungan penuh dalam seluruh tahapan penanggulangan Karhutla, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini, pemantauan hingga penanganan darurat apabila terjadi kebakaran.
"Kehadiran Polres Kampar dalam apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla. Personel dan sarana operasional telah disiapkan untuk bergerak cepat kapan saja diperlukan," tegas Kapolres.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan Karhutla tidak hanya bergantung pada aparat pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
"Kami mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan. Peran warga sangat penting sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan melaporkan potensi kebakaran sehingga dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar dalam amanatnya mengingatkan bahwa Kabupaten Kampar memiliki kawasan hutan, perkebunan dan lahan gambut yang cukup luas sehingga memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap Karhutla, terutama saat musim kemarau.
Ia menegaskan bahwa Karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas pendidikan, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
Untuk itu, Bupati meminta seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan sistem peringatan dini, pemetaan daerah rawan, kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan koordinasi lintas sektor, kesiapsiagaan tanggap darurat, hingga penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Usai apel yang berakhir sekitar pukul 08.28 WIB, seluruh peserta melakukan pemeriksaan kendaraan dan peralatan penanggulangan Karhutla guna memastikan seluruh sarana dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, Polres Kampar bersama seluruh unsur terkait menegaskan komitmennya untuk terus melakukan patroli, pemantauan wilayah rawan Karhutla, serta memperkuat koordinasi guna memastikan Kabupaten Kampar tetap aman dan siap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan sepanjang musim kemarau 2026.
( Nurhayati )