Dendam 2 Tahun Berujung Maut, Pemuda di Kampar Tewas Usai Duel dengan Pelaku

Selasa, 02 Juni 2026 - 17:32:24 WIB

BANGKINANG, (Riausindo.com) – Kasus penganiayaan yang diduga dipicu dendam lama berujung tragis di Kabupaten Kampar, Riau. Seorang pemuda berinisial FA meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan SG (25) di Desa Bukit Payung, Kecamatan Bangkinang. Polisi kini telah mengamankan pelaku untuk menjalani proses hukum.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) malam. Berdasarkan keterangan keluarga, korban awalnya meminta izin kepada orang tuanya untuk keluar rumah sekadar menghirup udara malam. Namun, beberapa jam kemudian sekitar pukul 03.00 WIB, korban pulang dalam kondisi mengeluhkan rasa sakit pada bagian dada dan mata sebelah kiri.

Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Gede Yoga Eka Pranata mengungkapkan, kepada orang tuanya korban mengaku baru saja terlibat perkelahian dengan seorang pria di salah satu warung milik warga di Desa Bukit Payung.

"Korban mengeluhkan sakit pada dada dan mata sebelah kiri. Kepada orang tuanya, korban mengaku kondisi tersebut dialaminya setelah berkelahi dengan terduga pelaku," ujar AKP Gede Yoga, Selasa (2/6/2026).

Melihat kondisi korban yang terus memburuk hingga akhirnya tidak sadarkan diri, keluarga segera menghubungi ambulans desa untuk membawa FA ke RSUD Bangkinang. Namun nahas, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Menerima laporan dari pihak keluarga terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian tersebut, Tim Resmob Satreskrim Polres Kampar langsung bergerak melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

Hasil penyelidikan mengarah kepada SG (25). Pada Senin (1/6/2026) malam, polisi berhasil mengamankan terduga pelaku di rumah orang tuanya tanpa perlawanan.

"Setelah menerima laporan, tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku pada malam hari tanggal 1 Juni 2026 di rumah orang tuanya," kata AKP Gede Yoga.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkap motif perkelahian diduga dipicu dendam lama yang masih disimpan pelaku. SG mengaku sakit hati karena korban pernah memukul adik kandungnya sekitar dua tahun lalu.

"Motif perkelahian ini diketahui karena korban pernah memukul adik kandung pelaku sekitar dua tahun yang lalu," jelasnya.

Saat ini SG telah ditahan di Mapolres Kampar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk penyebab pasti kematian korban dan kronologi lengkap perkelahian yang berujung hilangnya nyawa FA.

Polres Kampar menegaskan proses penyidikan terus dilakukan guna mengungkap secara utuh kasus penganiayaan yang berakhir maut tersebut.

( Nurhayati  )