Bank Sampah Ceria Bersama Kampar Utara, Warga Bisa Setor Botol hingga Besi Bekas
KAMPAR, (Riausindo.com) – Keberadaan Bank Sampah Ceria Bersama Kampar Utara di Desa Kampung Panjang, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang selama ini dianggap tidak berguna.
Bank sampah yang dikelola oleh Khaidir tersebut menerima berbagai jenis sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai jual, seperti botol plastik, besi bekas, seng bekas, karton, hingga barang-barang daur ulang lainnya dari masyarakat sekitar.
Pengelola Bank Sampah Ceria Bersama Kampar Utara, Khaidir, mengatakan keberadaan bank sampah bertujuan membantu masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan.
“Selama ini masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan atau membakarnya. Padahal, sampah seperti botol plastik, karton, besi dan seng bekas masih bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Khaidir, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, masyarakat cukup mengumpulkan sampah rumah tangga yang dapat didaur ulang, kemudian menyetorkannya ke bank sampah untuk ditimbang sesuai jenis materialnya. Hasil penjualan sampah tersebut nantinya dapat menjadi tambahan pendapatan bagi warga.
Ia menjelaskan, jenis sampah yang paling banyak disetor masyarakat saat ini berupa botol plastik dan kardus bekas. Namun pihaknya juga menerima limbah rumah tangga lain seperti kaleng, besi tua, seng bekas hingga kertas.
Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, keberadaan bank sampah juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.
“Harapan kami masyarakat semakin sadar bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat jika dikelola dengan baik,” tambahnya.
Bank Sampah Ceria Bersama Kampar Utara sendiri terus mengajak masyarakat di Desa Kampung Panjang dan sekitarnya untuk aktif memilah sampah rumah tangga agar lingkungan tetap bersih, sehat dan bernilai ekonomi.
( Nurhayati )