Ratusan Warga Durian Tandang Teken Penolakan Quarry, Minta APH Bertindak

Ahad, 10 Mei 2026 - 13:36:16 WIB

PEKANBARU, (Riausindo.com) – Penolakan terhadap aktivitas quarry atau galian C di Dusun III Durian Tandang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, terus menguat.

Sebanyak 95 persen warga di kawasan tersebut menolak keberadaan aktivitas tambang karena dinilai telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Penolakan itu dibuktikan dengan adanya tanda tangan penolakan dari 206 warga yang meminta aktivitas quarry segera dihentikan.

Masyarakat menilai dampak yang ditimbulkan jauh lebih besar dibanding manfaat yang dirasakan warga sekitar.

Warga mengaku mulai merasakan abrasi sungai yang semakin parah sejak quarry beroperasi di wilayah tersebut.

Kondisi itu menyebabkan jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses masyarakat mulai mengalami kemiringan dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga yang melintas setiap hari.

Jembatan gantung tersebut selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju kebun, sekolah, hingga menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Warga khawatir apabila abrasi terus terjadi, akses vital tersebut bisa terputus sewaktu-waktu.

“Dulu jarak rumah dengan sungai masih jauh, sekarang makin dekat. Kami takut kalau terus dibiarkan rumah warga bisa ikut longsor,” ujar salah seorang warga, Minggu (10/5/2026).

Tidak hanya itu, sejumlah kebun sawit milik masyarakat juga dilaporkan mulai longsor dan jatuh ke sungai akibat tebing sungai terus terkikis abrasi.

Bahkan, beberapa rumah warga kini disebut hanya berjarak sekitar satu meter dari bibir sungai.

Warga menilai kondisi tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah serta aparat penegak hukum.

Mereka meminta pihak terkait turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan mengevaluasi aktivitas quarry yang diduga menjadi penyebab kerusakan lingkungan di kawasan itu.

“Jangan biarkan aktivitas quarry ini terus berlanjut, karena dampaknya telah banyak masyarakat rasakan,” kata warga lainnya.

Masyarakat berharap ada langkah cepat dan tegas dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait agar abrasi tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga.

Selain itu, warga juga meminta aktivitas quarry dihentikan demi menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar.

( Ocu Ad  )