Warga Durian Tandang Adukan Dua Quarry ke Polda Riau, Tebing Sungai Kian Mengkhawatirkan

Sabtu, 09 Mei 2026 - 12:45:26 WIB

PEKANBARU,(Riausindo.com) – Warga Dusun III Durian Tandang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, resmi mengadukan aktivitas dua lokasi quarry atau galian C yang beroperasi di RT 02 RW 01 ke Ditreskrimsus Polda Riau dan Kapolda Riau, Jumat (8/5/2026).

Aduan masyarakat itu disampaikan lantaran aktivitas quarry diduga memicu abrasi tebing sungai hingga mengancam jembatan gantung, rumah warga, dan perkebunan sawit milik masyarakat.

Dalam poin pengaduan masyarakat (Dumas) yang disampaikan, warga menyebut kondisi jembatan gantung di Dusun III Durian Tandang kini semakin mengkhawatirkan. 

Hal itu disebabkan tebing sungai di sekitar jembatan terus mengalami keruntuhan akibat dugaan dampak aktivitas quarry yang beroperasi di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah rumah warga yang berada di bantaran sungai juga disebut kini berada dalam kondisi rawan. 

Bahkan, beberapa rumah dilaporkan hanya berjarak sekitar satu meter dari bibir sungai karena tanah di sekitar permukiman terus longsor dan terkikis.

“Sudah banyak tebing runtuh. Rumah warga sekarang ada yang tinggal sekitar satu meter dari sungai,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan.

Selain mengancam permukiman, abrasi tebing sungai juga disebut telah menyebabkan banyak pohon sawit milik warga tumbang dan jatuh ke sungai. 

Kondisi itu membuat masyarakat khawatir kerusakan akan semakin meluas apabila aktivitas quarry terus berlangsung tanpa pengawasan ketat.

Warga mengaku sebelumnya telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Bahkan, masyarakat sempat mendatangi dan melakukan aksi protes ke lokasi quarry. 

Namun, upaya itu disebut seolah tidak mendapat respons dari pihak pengelola quarry.

Menurut warga, hingga saat ini terdapat dua quarry yang masih aktif beroperasi di wilayah RT 02 RW 01 Dusun III Durian Tandang.

Masyarakat juga mempertanyakan lemahnya penindakan terhadap aktivitas quarry tersebut. Pasalnya, warga menilai lokasi quarry seolah tidak pernah tersentuh aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah.

“Setiap ada operasi penertiban, kami tidak pernah melihat aparat sampai ke lokasi quarry ini,” timpal warga lainnya.

Melalui laporan tersebut, masyarakat berharap Polda Riau dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi, sekaligus mengambil langkah tegas guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah serta menghindari ancaman terhadap keselamatan warga sekitar.

"Kami sangat berharap kepada Kapolda Riau agar menutup aktivitas quarry tersebut, demi keselamatan lingkungan di Dusun kami" harap warga.

( Ocu Ad  )