Lansia Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit, Polisi Imbau Keluarga Tingkatkan Kepedulian

Senin, 27 April 2026 - 20:34:23 WIB

PELALAWAN, Riausindo.com – Peristiwa dugaan bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan. Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di area kebun kelapa sawit, Desa Beringin Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras, Senin pagi (27/4/2026).

Korban diketahui berinisial W (67), seorang petani yang berdomisili di desa tersebut. Ia ditemukan warga di sebuah pondok kebun sekitar pukul 08.00 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan tidak berada di rumah sejak dini hari.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K melalui Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Rinaldi Parlindungan, S.H, menjelaskan bahwa penemuan korban berawal dari kecurigaan pihak keluarga. Istri korban menyadari suaminya tidak berada di rumah saat hendak memulai aktivitas pagi sekitar pukul 05.00 WIB, lalu meminta bantuan keluarga untuk melakukan pencarian.

“Pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian ke sejumlah lokasi yang biasa dikunjungi korban, termasuk area sekitar desa dan kebun,” ujar Rinaldi.

Upaya pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan di area perkebunan dalam kondisi tidak bernyawa. Kejadian itu kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis setempat guna melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Menyikapi kejadian ini, Kapolsek mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi anggota keluarga, khususnya yang berusia lanjut.

“Peran keluarga sangat penting dalam memperhatikan kondisi fisik maupun psikologis. Jika terdapat perubahan perilaku atau kondisi yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama,” pungkasnya.***

(Sugianto)