Satgas Terpadu Riau Bergerak,Pangdam Tegaskan Perang Tanpa Ampun
RIAUSINDO - PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menggelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba, Sabtu (25/4/2026) pukul 08.13 WIB, di halaman Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman. Apel ini menjadi penanda langkah konkret dan terukur dalam memperkuat sinergi lintas sektor menghadapi ancaman narkotika yang kian terorganisir.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF. Haryanto, memimpin langsung apel didampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, Kepala BNNP Riau Brigjen Pol. Christ Reinhard Pusung, Kajati Riau Dr. Sutikno, serta unsur Forkopimda lainnya. Komandan apel dijabat AKBP Lilik Surianto. Pasukan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Bea Cukai, Lapas, Avsec, hingga ormas Granat turut dikerahkan.
Dalam amanatnya, pimpinan apel menegaskan bahwa kejahatan narkotika telah berkembang menjadi jaringan lintas wilayah bahkan lintas negara. Melalui pembentukan Satgas Anti Narkoba, seluruh kekuatan dikonsolidasikan dengan langkah konkret: penindakan tegas tanpa kompromi, pemetaan jalur rawan, pemutusan rantai distribusi, serta penguatan pencegahan berbasis masyarakat melalui edukasi dan deteksi dini.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan narkoba di Riau. “Kejahatan narkoba adalah ancaman serius bagi seluruh masyarakat karena dapat memusnahkan generasi bangsa,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk tidak tinggal diam. “Diperlukan kesadaran kolektif serta gerakan bersama di tengah masyarakat dalam memberantas narkoba,” lanjutnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan rompi simbolis kepada perwakilan pasukan serta pembacaan dan penandatanganan Deklarasi “Riau Tangguh, Bersih dari Narkoba”. Apel berakhir pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman dan tertib.
Langkah terpadu ini menegaskan komitmen kuat seluruh elemen di Riau untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika. Upaya tidak hanya difokuskan pada penindakan, tetapi juga pencegahan berkelanjutan demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa (*Red)