Jarnas Prabowo-Gibran Apresiasi Arahan Presiden soal Ketahanan Energi dan Persatuan Nasional
JAKARTA – Riausindo.com – Ketua Jaringan Nasional (Jarnas) for Prabowo-Gibran, H. Nasarudin,SH, MH menyampaikan apresiasi terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan energi dan pangan nasional, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika global.
Menurut Nasarudin, arahan tersebut menjadi relevan mengingat situasi global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia.
“Kita melihat bagaimana konflik global memengaruhi stabilitas energi. Dalam konteks ini, arahan Presiden tidak hanya menekankan ketahanan energi, tetapi juga pentingnya menjaga persatuan nasional sebagai kekuatan utama bangsa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (9/4/2026).
Ia menilai, persatuan dan kesatuan menjadi faktor kunci agar Indonesia mampu menghadapi tekanan eksternal tanpa menimbulkan gejolak di dalam negeri.
Selain itu, Nasarudin menyebut Indonesia hingga saat ini relatif dalam kondisi aman, termasuk adanya kepastian bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan.
Menurut dia, kebijakan tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi global.
Jarnas juga mendukung langkah pemerintah dalam mendorong efisiensi energi serta penguatan cadangan energi nasional, termasuk optimalisasi energi nonfosil sebagai alternatif jangka panjang.
Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola sektor pertambangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.
“Ketahanan energi dan pangan nasional bukan hanya soal meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga mendukung perintah Presiden kepada Menteri ESDM untuk merapikan, bahkan mencabut izin-izin tambang yang tidak sesuai ketentuan,” kata Nasarudin.
Ia menambahkan, langkah penertiban tersebut perlu dilakukan secara tegas dan terukur sebagai bagian dari reformasi sektor energi.
“Ketahanan energi dan pangan harus berjalan seiring dengan persatuan bangsa. Tanpa itu, kita akan sulit menghadapi tantangan global,” ujarnya.***