Turun Langsung Padamkan Karhutla di Dumai, Begini Kata Kapolda Riau

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:33:55 WIB

DUMAI,(Riausindo.com) - Kapolda Riau, Herry Heryawan, turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Jumat (27/3/2026).

Kehadiran jenderal bintang dua tersebut untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal dan terkoordinasi di lapangan.

Dalam kunjungan itu, Kapolda didampingi oleh pengamat sekaligus Founder Tumbuh Institute, Rocky Gerung, serta unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman.

Tak sekadar meninjau, Kapolda bersama rombongan bahkan turun langsung ke titik api dan ikut dalam proses pemadaman bersama tim gabungan.

Langkah ini dilakukan guna melihat secara nyata kondisi di lapangan sekaligus memastikan seluruh upaya berjalan efektif.

Berdasarkan data terbaru, di wilayah Dumai masih terdapat 11 titik panas (hotspot), terdiri dari 2 titik di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai, dengan kategori sedang.

Sementara itu, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 87,25 hektare.

Meski demikian, kondisi terkini menunjukkan tren yang mulai membaik. Jumlah titik api yang sebelumnya mencapai puluhan kini berangsur menurun secara signifikan.

“Hari ini saya hadir langsung di lokasi di Kecamatan Dumai Timur. Saya juga didampingi Pak Rocky yang sejak beberapa hari terakhir terus bersama kami, mulai dari Rupat, Pelalawan hingga Dumai,” ujar Kapolda.

Ia menegaskan bahwa penurunan jumlah titik api merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang solid di lapangan.

“Di Dumai Timur terjadi penurunan cukup signifikan. Dari puluhan titik api, kini tersisa beberapa titik yang masih kita tangani. Ini berkat kerja bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA, relawan, hingga dukungan pihak swasta,” jelasnya.

Menurutnya, kunci utama dalam penanganan karhutla adalah kolaborasi tanpa sekat serta respons cepat terhadap setiap kendala yang muncul.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua harus bergotong royong. Kendala di lapangan harus segera diatasi, baik dari sisi peralatan, dukungan water bombing, maupun opsi modifikasi cuaca yang sudah kita komunikasikan,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih cukup berat, terutama memasuki puncak musim kemarau pada pertengahan tahun.

“Memasuki periode Juni hingga Agustus, potensi karhutla akan meningkat. Karena itu, kerja kolaboratif ini harus terus kita jaga,” tambahnya.

( Ocu Ad  )