Petuah Zamhir Basrem di “Pulang Kampuong Basamo”: Jaga Silaturahim, Perkuat Iman di Era Digital
Kampar,(Riausindo.com) – Momentum silaturahim keluarga besar keturunan 3 Datuok dan 3 Niniok dalam kegiatan “Pulang Kampuong Basamo Anak Cucu 3 Datuok dan 3 Niniok ke Pulau Jambu”.
Kegiatan ini diikuti oleh anak, cucu, dan keturunan dari tiga Datuok (Ja’awal, Girim, Lausin) serta tiga Niniok (Maini, Fatima, Bawuo) yang berasal dari berbagai daerah.
Acara tersebut digelar pada Selasa, 24 Maret 2026, di Pulau Jambu, Kabupaten Kampar, Riau dan menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan.
Dalam kesempatan itu, tokoh orang tua keluarga, Zamhir Basrem, menyampaikan petuah penuh makna yang menekankan pentingnya menjaga silaturahim, memperkuat iman, serta berpegang teguh pada ajaran Alquran dan hadis di tengah tantangan zaman modern.
Zamhir membuka pesannya dengan mengajak seluruh keluarga untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT dan menjadikan silaturahim sebagai bagian dari ibadah.
Ia menegaskan bahwa pertemuan keluarga besar ini bukan sekadar ajang kumpul, tetapi bentuk nyata menjalankan perintah agama.
“Silaturahim ini bukan hanya tradisi, tapi ibadah yang dianjurkan. Dengan silaturahim, hubungan kekeluargaan semakin kuat dan rezeki pun dilapangkan,” ujarnya.
Menurut Zamhir, di era globalisasi dan digitalisasi yang tanpa batas, tantangan terhadap nilai-nilai keimanan semakin besar. Oleh karena itu, keluarga besar diingatkan agar tidak tergerus pengaruh negatif zaman.
“Kita hidup di zaman yang penuh tantangan. Kalau tidak kuat iman dan takwa, kita bisa terjerumus. Maka jadikan Alquran dan hadis sebagai pedoman hidup,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antaranggota keluarga, baik yang lebih tua maupun yang sebaya. Nilai saling menghormati, menghargai, dan menyayangi harus terus dijaga agar tidak terjadi perpecahan.
“Yang tua dihormati, yang muda disayangi. Sesama saudara harus saling menghargai. Jangan sampai ada perselisihan yang membuat kita tidak saling sapa,” pesannya.
Zamhir juga mengingatkan filosofi kebersamaan dalam keluarga: ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Menurutnya, nilai itu harus menjadi pegangan seluruh keturunan agar tetap solid dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Di akhir pesannya, Zamhir berharap kegiatan “Pulang Kampuong Basamo” dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan melibatkan lebih banyak anggota keluarga, termasuk generasi muda.
“Kalau ada umur panjang dan rezeki, kita lanjutkan setiap tahun. Ini penting agar kita tetap saling mengenal, menjaga persaudaraan, dan tidak tercerai-berai,” tutupnya.
Suasana haru dan kehangatan pun terasa sepanjang acara, menjadi bukti bahwa nilai silaturahim tetap hidup dan terjaga di tengah keluarga besar keturunan 3 Datuok dan 3 Niniok.
( Nurhayati/Azhar )