BEM ITB Indragiri Kecam Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:19:03 WIB

RIAUSINDO - INDRAGIRI - HULU - Presiden Mahasiswa BEM ITB Indragiri, Adam Maulana, mengecam keras aksi teror penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.  Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk intimidasi serius yang berpotensi mengancam ruang kebebasan sipil di Indonesia.

Dalam keterangannya, Adam menyatakan bahwa serangan terhadap aktivis hak asasi manusia merupakan alarm bagi demokrasi. Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan praktik teror seperti ini terjadi tanpa penanganan yang cepat, transparan, dan tuntas.

“Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga ancaman terhadap kebebasan sipil dan ruang demokrasi. Ketika aktivis yang memperjuangkan keadilan justru diteror, maka yang sedang dipertaruhkan adalah keberanian masyarakat sipil untuk bersuara,” ujar Adam.

Ia menegaskan bahwa praktik intimidasi terhadap pembela hak asasi manusia tidak boleh dinormalisasi dalam negara yang menjunjung tinggi prinsip hukum dan demokrasi. Karena itu, Adam mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan memastikan para pelaku maupun pihak yang berada di belakang aksi teror itu diproses secara hukum.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Penegakan hukum yang cepat dan transparan sangat penting untuk memastikan tidak ada ruang bagi teror terhadap aktivis dan masyarakat sipil,” tegasnya.

Adam juga menilai bahwa negara memiliki tanggung jawab besar untuk menjamin keamanan setiap warga negara, termasuk para aktivis dan pejuang hak asasi manusia yang menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kekuasaan. Menurutnya, tanpa perlindungan terhadap kebebasan sipil, kualitas demokrasi akan berada dalam ancaman serius.

“Negara harus memastikan bahwa setiap warga negara, terutama mereka yang bekerja memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia, mendapatkan perlindungan yang memadai. Demokrasi tidak akan sehat jika kritik dibalas dengan intimidasi,” ujarnya.

Melalui pernyataan ini, Presiden Mahasiswa BEM ITB Indragiri berharap kasus tersebut dapat menjadi perhatian serius semua pihak. Ia menegaskan bahwa mahasiswa akan terus berdiri bersama masyarakat sipil dalam menjaga ruang demokrasi agar tetap bebas dari praktik teror dan kekerasan.

“Teror tidak boleh menjadi bahasa dalam demokrasi. Justru di saat seperti ini, negara harus menunjukkan keberpihakannya pada hukum, keadilan, dan perlindungan terhadap kebebasan sipil,” pungkasnya.