PC PMII Inhu Desak Pemda dan Kemenag Selesaikan Konflik Intoleransi di LBJ

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:55:14 WIB

RIAUSINDO  INDRAGIRI HULU — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Indragiri Hulu angkat bicara terkait polemik penolakan pembangunan Gereja HKBP di Kecamatan Lubuk Batu Jaya yang belakangan memicu perdebatan di tengah masyarakat.

Ketua PC PMII Indragiri Hulu, Fadilah Irsandi, menegaskan bahwa persoalan ini harus disikapi secara bijak dengan mengedepankan dialog dan semangat toleransi agar tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih besar.

Menurutnya, masyarakat Indragiri Hulu selama ini dikenal hidup rukun dalam keberagaman. Oleh karena itu, perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi alasan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat.

“Kita tidak ingin konflik sosial berbasis perbedaan agama terjadi di daerah kita. Toleransi adalah fondasi kehidupan berbangsa. Jangan sampai polemik ini memecah persatuan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan secara damai,” ujar Fadilah.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat harus belajar dari peristiwa sebelumnya yang menyisakan luka kemanusiaan, di mana seorang anak sekolah dasar meninggal dunia akibat tekanan dan perundungan emosional yang dipicu oleh perbedaan keyakinan.

“Kejadian tersebut menjadi pelajaran pahit bagi kita semua. Jangan sampai konflik yang seharusnya bisa diselesaikan melalui dialog justru berdampak pada generasi muda dan merusak nilai kemanusiaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, PMII juga meminta Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu serta Kantor Kementerian Agama setempat untuk segera turun tangan memfasilitasi dialog antara seluruh pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan secara damai dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, PMII juga meminta Kapolres Indragiri Hulu untuk turun langsung memastikan situasi tetap kondusif serta mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

“Peran aparat penegak hukum sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Kami berharap Kapolres Indragiri Hulu dapat turun langsung melakukan pendekatan kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi konflik horizontal,” tegas Fadil.

Fadil juga mengutip pesan tokoh bangsa Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa.

“Tidak penting apa agamamu atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.”

Menurut PMII, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman yang harus dijaga bersama.

Sebagai organisasi kader yang berakar dari nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan tradisi moderasi beragama, PMII menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan, merawat toleransi, serta menjadi jembatan dialog di tengah masyarakat.

PMII berharap seluruh elemen masyarakat Lubuk Batu Jaya dapat menahan diri, mengedepankan kebijaksanaan, serta menjaga kerukunan agar Indragiri Hulu tetap menjadi daerah yang damai, rukun, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

PC PMII Indragiri Hulu menegaskan komitmennya untuk menjadi penengah dan mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, musyawarah, serta semangat kebangsaan.

“Indonesia adalah rumah bersama. Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Yang kita jaga adalah persatuan, kemanusiaan, dan kedamaian,” tutup Fadil.