Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H Selasa 17 Februari 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) dijadwalkan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026.
Sidang Isbat ini menjadi momen penting bagi umat Islam di Indonesia, karena hasilnya akan menentukan kapan ibadah puasa Ramadan 2026 resmi dimulai.
Kegiatan akan dipusatkan di Hotel Borobudur Jakarta, dengan rangkaian acara dimulai sejak sore hari hingga pengumuman resmi pada malam harinya.
Masyarakat yang menantikan kepastian awal puasa dapat mengikuti seluruh proses penetapan melalui siaran langsung di kanal resmi Kemenag dan Bimas Islam.
Sidang Isbat Awal Puasa 2026 Dimulai Pukul 16.30 WIB
Berdasarkan agenda yang dirilis Kemenag, rangkaian kegiatan diawali pada pukul 16.30 WIB dengan Seminar Posisi Hilal. Seminar ini membahas data hisab serta hasil pemantauan hilal sebagai bahan pertimbangan penetapan awal Ramadan.
Seminar tersebut dapat disaksikan masyarakat secara daring melalui kanal YouTube Bimas Islam TV, TikTok, dan Instagram Bimas Islam.
Selanjutnya, pada pukul 18.30 WIB, Sidang Isbat digelar secara tertutup. Dalam forum ini, Kemenag bersama para ulama, perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli astronomi, serta instansi terkait membahas hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia sekaligus mengkaji data hisab yang telah dihimpun.
Hasil Sidang Isbat kemudian diumumkan kepada publik melalui konferensi pers yang dijadwalkan pada pukul 19.05 WIB. Pengumuman penetapan 1 Ramadan 1447 H dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube Kemenag RI, Bimas Islam TV, TikTok, dan Instagram Bimas Islam.
Jadwal Lengkap Sidang Isbat Ramadan 2026
???? 16.30 WIB – Seminar Posisi Hilal (live streaming YouTube Bimas Islam TV, TikTok, Instagram Bimas Islam)
???? 18.30 WIB – Sidang Isbat (tertutup untuk umum)
???? 19.05 WIB – Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadan 1447 H (live streaming YouTube Kemenag RI, Bimas Islam TV, TikTok, Instagram Bimas Islam)
Melalui mekanisme ini, pemerintah menegaskan bahwa penetapan awal Ramadan dilakukan secara transparan, mengedepankan kajian ilmiah sekaligus pertimbangan syar’i, demi menjaga persatuan umat dalam menyambut bulan suci. ***