Ubah Sampah Jadi Pupuk, Lapas Pekanbaru Gandeng DLHK Wujudkan Lapas Ramah Lingkungan

Selasa, 03 Februari 2026 - 12:01:55 WIB

PEKANBARU,(Riausindo.com) — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah menjadi pupuk organik. 

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan lapas ramah lingkungan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar di Lapas Pekanbaru, Selasa (3/2/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyepakati penyusunan program bersama yang meliputi penyuluhan pengelolaan sampah hingga pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah domestik lapas.

Program ini bertujuan mengubah paradigma pengelolaan sampah, dari sekadar limbah menjadi produk bernilai guna yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian di dalam lapas. 

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi dan peningkatan keterampilan warga binaan.

Mewakili Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya DLHK Kota Pekanbaru, Rima Septisia, menyambut positif inisiatif tersebut. 

Menurutnya, pengelolaan sampah di area publik seperti lapas menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem kota.

“DLHK Kota Pekanbaru sangat mendukung program ini sebagai upaya menciptakan lingkungan kota yang bersih dan sehat, khususnya di Lapas Pekanbaru. Melalui edukasi dan pelatihan teknis, sampah diharapkan tidak lagi menjadi masalah, tetapi memiliki nilai manfaat, bahkan potensi ekonomi dan edukasi bagi warga binaan,” ujar Rima.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan teknis yang diberikan DLHK Kota Pekanbaru. 

Ia menegaskan, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DLHK Kota Pekanbaru atas kerja sama ini. Program pengelolaan sampah menjadi pupuk organik akan memberikan keterampilan baru bagi warga binaan. Ini menjadi bekal kemandirian yang produktif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” kata Yuniarto.

Sebagai tindak lanjut, pelaksanaan program akan dilakukan secara kolaboratif di lapangan. Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) akan mengoordinasikan proses produksi dan pelatihan teknis, sementara Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) memastikan keterlibatan warga binaan berjalan sesuai dengan proses pembinaan.

Melalui sinergi ini, Lapas Pekanbaru ditargetkan mampu mandiri dalam pengelolaan limbah domestik sekaligus menjadi percontohan bagi unit pelaksana teknis pemasyarakatan lainnya dalam penerapan konsep lapas berwawasan lingkungan.

( Ocu Ad  )