Warga Rumbio Jaya “Menjerit” di Musrenbang 2026: Jembatan Pulau Payung Kapan Dituntaskan?

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:13:03 WIB

Kampar,(Riausindo.com) – Kekecewaan warga Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Riau, akhirnya pecah di forum resmi. Pembangunan Jembatan Pulau Payung–Pasar Rumbio yang diduga mangkrak hampir tujuh tahun kembali disorot dan ditagih kepastiannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kampar Tahun 2026.

Aspirasi keras itu disampaikan Kepala Desa Teratak, Etak Murlizar, S.Sos., M.I.Kom, yang mewakili masyarakat Kenegerian Rumbio Jaya, dalam Musrenbang tingkat Kecamatan Kampar yang digelar di Aula Kantor Camat Kampar, Air Tiris, Rabu (28/1/2026).

Forum tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kampar, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat dari lima kecamatan Kampar, Tambang, Kampa, Rumbio, dan Kampar Utara, serta Forkopincam, perangkat desa, dan tokoh masyarakat.

Di hadapan forum terbuka, Etak Murlizar yang juga dikenal sebagai DT. Panglimo Jalelo Dubalang Kenegerian Rumbio, menegaskan bahwa warga Desa Teratak, Desa Pulau Payung, Desa Simpang Petai, hingga desa-desa lain di Rumbio Jaya sudah terlalu lama menunggu kepastian.

“Ketidakpastian kelanjutan pembangunan jembatan ini membuat masyarakat Rumbio Jaya memendam kekecewaan yang sangat mendalam,” kata Etak, Jum’at (30/1/2026).

Ia menilai, Jembatan Pulau Payung–Pasar Rumbio bukan sekadar proyek fisik, melainkan urat nadi penghubung antarwilayah yang sangat menentukan mobilitas dan perekonomian masyarakat.

Menurut Etak, mayoritas warga Rumbio Jaya menggantungkan hidup sebagai pengrajin besi (pandai besi), yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal. 

Namun keterbatasan akses, terutama belum rampungnya jembatan, membuat distribusi hasil produksi menjadi mahal dan tidak efisien.

“Untuk mendistribusikan hasil kerajinan pandai besi, kami sangat membutuhkan akses yang layak. Tanpa jembatan ini, biaya transportasi tinggi dan memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Etak Murlizar menegaskan bahwa masyarakat Rumbio Jaya kini tidak menuntut banyak. Mereka hanya meminta satu prioritas pembangunan yakni menuntaskan Jembatan Pulau Payung–Pasar Rumbio.

Bahkan, warga berharap tidak ada proyek infrastruktur lain yang dibangun sebelum jembatan tersebut selesai.

“Kalau ada anggaran pembangunan untuk Kenegerian Rumbio Jaya, kami mohon fokuskan dan prioritas kan saja untuk jembatan ini. Jangan yang lain dulu,” tegasnya.

Masyarakat Rumbio Jaya berharap pemerintah daerah hingga pemerintah pusat benar-benar menjadikan penyelesaian jembatan ini sebagai prioritas utama, mengingat dampaknya yang besar terhadap ekonomi dan kesejahteraan warga.

“Sudah terlalu lama kami menunggu. Kami ingin pemerintah hadir dan menuntaskan pembangunan jembatan ini, agar harapan masyarakat yang bertahun-tahun tertunda bisa terwujud,” pungkas Etak.

( Tim  )