Jembatan Akses Ekonomi Warga Rumbio Jaya Mangkrak Hampir 7 Tahun, Warga Tagih Kepastian Pemda

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:00:48 WIB

KAMPAR,(Riausindo.com) – Warga Desa Rumbio Jaya, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, mempertanyakan kelanjutan pembangunan jembatan yang hingga kini tak kunjung rampung dan diduga mangkrak hampir lima tahun.

Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan permukiman warga dengan Pasar Rumbio serta menjadi jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat. 

Namun sejak mulai dikerjakan sekitar tahun 2019, proyek pembangunan jembatan itu terhenti tanpa kejelasan hingga kini.

Masyarakat Desa Rumbio Jaya menjadi pihak paling dirugikan. Jembatan yang diharapkan memperlancar mobilitas justru terbengkalai, memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Pembangunan jembatan tidak berlanjut dan hanya menyisakan tiga tiang utama. Kondisi fisik bangunan kini mulai rusak, ditumbuhi semak dan rumput, serta menunjukkan tanda-tanda terbengkalai.

Jembatan tersebut sedia nya untuk menghubungkan Desa Pulau Payung Kecamatan Rumbio Jaya dan Pasar Rumbio Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, sebagai penghubung strategis menuju pusat aktivitas warga.

Pengerjaan awal dilakukan sekitar 2019, namun hingga 2026 tidak ada progres lanjutan maupun penjelasan resmi dari pihak terkait.

Selain merugikan secara ekonomi, ketidakjelasan proyek membuat warga harus memutar cukup jauh melalui jembatan gantung di Sungai Kampar yang menghubungkan Kampung Tengah dan Desa Pulau Payung.

Tokoh Masyarakat Kenegerian Rumbio Jaya, H. Muaslam, SH, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.

“Sudah hampir tujuh tahun, tapi tidak ada kelanjutan. Kami tidak tahu apa kendalanya, apakah anggaran atau hal lain. Yang jelas, masyarakat dirugikan,” ujar Muaslam, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, jembatan itu sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga yang beraktivitas sehari-hari, mulai dari perdagangan hingga akses layanan publik.

Muaslam menilai tidak adanya informasi resmi dari pemerintah semakin menambah kekecewaan masyarakat. Warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan.

“Kami hanya ingin kepastian. Kalau memang dilanjutkan, kapan. Kalau ada masalah, tolong dijelaskan ke masyarakat,” tambahnya.

Bahkan, warga menyatakan kesediaannya jika anggaran infrastruktur lain harus dialihkan demi kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.

“Misalkan ada sebatang paku dari pemerintah untuk pembangunan infrastruktur lain di Kenegerian Rumbio Jaya ini, kami rela itu dialihkan untuk keberlanjutan pembangunan jembatan ini,” tegas Muaslam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai alasan terhentinya proyek maupun rencana kelanjutannya.

Warga berharap suara mereka segera didengar agar pembangunan infrastruktur yang menyangkut kepentingan umum tidak terus dibiarkan mangkrak dan merugikan masyarakat desa.

( Tim )