Lapas Kelas IIA Razia Barang Terlarang Demi Dukung 15 Program Aksi Kemenimipas

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:53:46 WIB

PEKANBARU,(Riausindo.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menggelar razia rutin di blok hunian warga binaan, Selasa (20/1/2026).

Razia mendadak ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memperkuat keamanan dan ketertiban sekaligus mendukung penuh 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Kegiatan razia dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Lapas Pekanbaru, Heru Prabowo, dengan melibatkan jajaran petugas pengamanan.

Petugas menyisir kamar hunian warga binaan secara menyeluruh dan terukur, Senin (tanggal menyesuaikan), guna mendeteksi dini potensi gangguan keamanan.

Dalam razia tersebut, petugas memfokuskan pencarian pada barang-barang terlarang seperti alat komunikasi ilegal, senjata tajam rakitan, serta benda lain yang dilarang berada di dalam Lapas.

Pemeriksaan dilakukan secara humanis namun tetap tegas, demi menjaga kondusivitas lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa razia rutin ini merupakan implementasi langsung dari kebijakan pimpinan pusat dan bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Razia ini adalah komitmen kami dalam menjalankan arahan pimpinan. Tujuan utamanya memastikan Lapas Pekanbaru bersih dari barang terlarang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap 15 Program Aksi Kemenimipas,” ujar Yuniarto.

Menurut Yuniarto, stabilitas keamanan menjadi fondasi utama agar proses pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Senada, Kasi Kamtib Heru Prabowo menyampaikan bahwa intensitas pengawasan akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari strategi deteksi dini gangguan kamtib.

“Kami tidak ingin memberi ruang sedikit pun terhadap potensi gangguan keamanan. Razia ini menjadi langkah akselerasi untuk mewujudkan Lapas yang aman, tertib, dan berintegritas sesuai target 15 program aksi kementerian,” tegas Heru.

Seluruh barang hasil razia selanjutnya didata untuk kemudian dimusnahkan sesuai ketentuan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Selain razia fisik, pihak Lapas Pekanbaru juga terus memperkuat pembinaan mental dan memberikan pengarahan kepada warga binaan agar patuh terhadap aturan yang berlaku di dalam Lapas.
 

( Ocu Ad  )