Tes Urine Mendadak di Lapas Pekanbaru, 155 Pegawai & Warga Binaan Disasar Demi Zero HALINAR

Rabu, 07 Januari 2026 - 10:58:09 WIB

Pekanbaru,(Riausindo.com) – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru dalam memerangi peredaran narkoba dan barang terlarang tak main-main. 

Demi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas, Lapas Pekanbaru menggelar tes urine mendadak terhadap pegawai dan warga binaan, Selasa malam (6/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, serta melibatkan pejabat struktural dan petugas pengamanan. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini sekaligus penegasan komitmen Zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba).

Sebanyak 155 orang menjalani pemeriksaan urine, terdiri dari 25 pegawai dan 130 warga binaan. 

Pemeriksaan dilakukan pada malam hari untuk memastikan kondisi riil di dalam Lapas serta menutup celah terjadinya penyalahgunaan narkoba.

Kalapas Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran, baik petugas maupun warga binaan.

“Tes urine ini adalah bentuk komitmen kami mewujudkan Zero HALINAR. Tidak ada kompromi bagi pelanggar. Jika terbukti, akan kami tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Lapas harus menjadi tempat pembinaan yang aman, bersih, dan bermartabat,” tegas Yuniarto.

Menurutnya, kegiatan mendadak seperti ini penting dilakukan untuk menjaga integritas lembaga serta memastikan fungsi pemasyarakatan berjalan sebagaimana mestinya.

Senada dengan itu, salah seorang petugas, Pahrul, menilai pemeriksaan mendadak di luar jam kerja efektif untuk memantau kondisi keamanan secara nyata.

“Pemeriksaan di waktu yang tidak terduga seperti malam hari sangat efektif. Ini menutup peluang penyalahgunaan narkoba dan menjadi pengingat bahwa pengawasan berjalan ketat,” ujarnya.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru memastikan tes urine dan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin maupun insidentil. 

Langkah ini diharapkan mampu menekan peredaran narkoba serta mencegah masuknya barang terlarang, sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di dalam Lapas.

( Ocu Ad  )