SIDAK AMBRUKNYA DERMAGA PELABUHAN KAWASAN INDUSTRI TANJUNG BUTON (KITB)
Riausindo - Siak, 7 Januari 2026 ā Bupati Siak bersama Ketua DPRD Siak serta sejumlah anggota DPRD Siak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi ambruknya dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).
Status Pengelolaan Pelabuhan
Pelabuhan KITB saat ini dikelola oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Buton, Kementerian Perhubungan, sejak akhir Oktober 2024. Sebelumnya, pengelolaan pelabuhan tersebut disewakan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Siak, PT Samudera Siak (SS).
Evaluasi terhadap perubahan pengelolaan ini telah dilakukan sejak awal masa jabatan yang dimulai pada 4 Juni 2025. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sirkuler pada Selasa, 5 Agustus 2025, para pemegang saham PT Samudera Siak, yakni PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) dan PT Siak Pertambangan dan Energi (SPE), telah memberhentikan secara tidak hormat jajaran Direksi dan Komisaris lama, serta mengangkat pengurus baru.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kinerja buruk dan kelalaian jajaran lama dalam menjaga serta mengelola potensi daerah.
Dengan adanya kepengurusan baru, pihak BUMD Kabupaten Siak terus berupaya mendapatkan kembali kepercayaan dari Kementerian Perhubungan untuk mengelola Pelabuhan KITB.
Sebelumnya, Wakil Bupati Siak bersama Ketua DPRD Siak telah melakukan kunjungan langsung ke Kementerian Perhubungan guna menyampaikan komitmen bahwa BUMD Siak siap dan mampu mengelola pelabuhan secara profesional apabila diberikan kesempatan kembali.
Menurut Kepala KSOP Kelas II Tanjung Buton, kejadian ambruknya dermaga tersebut disebabkan oleh kelalaian Direksi PT Samudera Siak pada periode sebelumnya yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Pelabuhan KITB merupakan proyek strategis daerah yang diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Peristiwa ambruknya dermaga ini berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, namun patut disyukuri tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa.
Diharapkan seluruh pihak terkait dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat guna memulihkan fungsi pelabuhan serta mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. By: Pā Luhur
Ready